Selasa, 24 Mei 2011

US Dollar Sedikit Pulih Ditengah Keresahan Pasar

Dollar mengadakan pemulihan yang cukup baik dalam perdagangan Selasa pagi, menyentuh delapan minggu tinggi terhadap pound dan merayap mendekati 10-minggu versus euro, pada kekhawatiran bahwa krisis utang zona euro bisa menyebar.

Masalah krisis utang Eropa dan isu perlambatan ekonomi China membuat pasar resah dan beralih ke dollar. Dollar berjaya di tengah aksi hindari risiko menyusul serangkaian berita buruk yang meningkatkan keresahan mengenai prospek ekonomi global.

Di China, indeks yang mengukur aktivitas manufaktur melambat, mengindikasikan pertumbuhan juga bisa melambat di kuartal berjalan. Ditambah Goldman Sachs pada hari ini menurunkan estimasi pada pertumbuhan ekonomi Cina menjadi 9,4%, dari 10%, untuk tahun fiskal 2011 dan menjadi 9,2%, dari 9,5%, untuk fiskal 2012. Pada saat yang sama, broker ini juga meng-upgrade tampilan pada inflasi di Cina pada tahun 2011 menjadi 4,7%, dari 4,3%. "Secara keseluruhan, inflasi di Cina lebih mengakar dari yang kita harapkan," kata Goldman, menambahkan " pertumbuhan ekonomi AS yang lebih rendah dan harga minyak yang lebih tinggi adalah kurang baik."
Goldman meningkatkan prediksi rata-rata harga minyak mentah Brent menjadi $113,50 per barel dari $103,00 untuk tahun 2011, dan menjadi $130,00, dari $110,00, untuk 2012.

Di Eropa, berita buruk bertambah, dan masih menyangkut predikat kredit. Fitch Ratings mendegradasi outlook Belgia menjadi negatif, meski mempertahankan rating AA+ nya. Menurutnya, outlook negatif itu mencerminkan pandangan mengenai tingkat perbaikan struktural di Belgia.

Pasar keuangan sudah digoyang oleh penurunan peringkat dua negara Eropa. Fitch menurunkan peringkat Yunani ke status junk dan S&P memangkas rating Italia ke negatif.

Berita buruk lainnya adalah kekalahan partai berkuasa Spanyol Sabtu lalu, meningkatkan kecemasan mengenai kemampuan mencapai target fiskal. Serangkaian berita buruk membuat pasar melepas aset berisiko dan memilih greenback.

Indeks dollar, yang mengukur pergerakan mata uang AS itu dengan enam mata uang utama dunia lainnya, berhasil mencapai level 76. Dollar menguat terhadap euro, sterling, yen, franc dan aussie.

Tapi, Diperkirakan penguatan dollar bisa terpangkas bila data ekonomi AS nanti malam mengecewakan. New home sales diperkirakan naik 1,7% di April. Data lainnya adalah Richmond Fed, yang mengukur aktivitas manufaktur di kawasan itu, diprediksikan turun ke 9 di Mei dari 10 di April.

Fokus pasar untuk data ekonomi dari Eropa yang terjadwal hari ini, salah satunya angka final PDB Jerman, yang diperkirakan tidak mengalami revisi. Namun, bila ada revisi turun, kemungkinan besar euro akan semakin tertekan.

Data lainnya adalah sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks ini kemungkinan turun karena memburuknya krisis utang dan kenaikan harga BBM. Indeks iklim bisnis diperkirakan turun ke 113,7 di Mei dari 114,2 bulan lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification